News  

Update Terkini: Kasus Penganiayaan Wartawan dengan Terduga Pelaku Pimpinan Media Flores Editorial

Update Terkini: Kasus Penganiayaan Wartawan dengan Terduga Pelaku Pimpinan Media Flores Editorial (Detiksumba/Ilustrasi)

“Mereka masuk lewat jendela kamar tamu karena pintu sudah terkunci. Firman yang panik akhirnya keluar melalui jendela lain. Saat itu, AK bersama bapak dan adiknya langsung menangkap dan menganiaya Firman hingga mengalami pendarahan hebat di mata kanannya,” ujar Fiki.

Firman Jaya sendiri mengaku diserang dengan batu dan dibanting ke tanah.

“Ada tiga orang yang menganiaya saya sampai begini. AK, bapaknya AK, dan adiknya,” ungkapnya.

Firman belum mengetahui motif pasti dari penyerangan tersebut. Namun, ia mendengar bahwa Andre Kornasen menuduhnya sebagai pemilik akun palsu di Facebook yang kerap menyerang terduga pelaku.

“Andre bilang saya yang pegang akun palsu dan menyerang dia. Saya sangat terpukul dengan kejadian ini,” kata Firman dengan kondisi wajah berlumuran darah.

Baca Juga:  Forum Anti Kekerasan Manggarai Timur Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan Jurnalis

Klarifikasi Andre Kornasen

Dalam pernyataannya kepada media, Andre Kornasen mengakui terlibat dalam penyerangan tersebut. Ia mengklaim bahwa tindakannya didorong oleh dugaan bahwa Firman adalah orang di balik akun Facebook bernama “Rugha Boto” yang diduga menghina dirinya dan keluarganya.

“Saya sempat tanya, kenapa kamu menyebut akun Facebook, padahal kamu belum tahu tujuan kami datang ke kosmu? Saya anggap itu sebagai pengakuan,” kata Andre.

Ia juga mengklaim bahwa saat tiba di kos Firman, ia mengetuk pintu dan memanggil nama korban beberapa kali. Namun, Firman tidak membuka pintu dan hanya mengintip dari balik kain jendela.

Baca Juga:  Anggota DRPD Manggrai Timur Elvis Jehama; Dampingi Penyerahan Tanah untuk Pembangunan Gereja 

“Ketika saya ketuk ketiga kalinya, tiba-tiba dia buka jendela dan lompat keluar. Saya menangkapnya dan dia berteriak minta tolong,” jelasnya.

Andre juga menegaskan bahwa ia hanya datang bersama adiknya dan seorang temannya, bukan dengan bapaknya seperti yang diklaim Firman.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Manggarai Timur dengan nomor laporan LP/B/65/III/2025/SPKT POLRES MATIM. Pihak kepolisian berjanji akan menangani kasus ini secara transparan dan adil untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.***