Selain itu, Wakil Bupati menekankan bahwa peningkatan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga orang tua/wali. Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.
“Maju mundurnya pendidikan tidak hanya terletak pada tenaga pendidik atau guru, tetapi peran orang tua/wali juga sangat dibutuhkan untuk bersama-sama memajukan pendidikan yang dimulai dari kelas dasar 1-3 SD,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya asupan gizi bagi anak-anak sebelum berangkat ke sekolah, agar mereka bisa menerima pelajaran dengan baik.
“Siswa harus sarapan pagi yang bergizi dan seimbang sebelum menerima pelajaran,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Direktur YLAI Ni Ketut Ayu Sugati, pimpinan perangkat daerah terkait, serta para kepala sekolah jenjang SD.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan YLAI, diharapkan Program Membaca Berimbang mampu menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Tengah, sekaligus membangun generasi yang gemar membaca dan memiliki kemampuan literasi yang lebih baik. ***