Opini  

Impian yang Tidak Tersampaikan: Kupang yang Kuinginkan, Sumba yang Kutemukan

Meylinda Zibra Dago

Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa Sumba bukanlah pilihan yang buruk. Justru di sini, saya menemukan berbagai hal yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan jika saya berhasil melanjutkan pendidikan di Kupang.

Di Sumba, saya bertemu dengan teman-teman yang luar biasa, dosen yang mendukung dengan sepenuh hati, serta lingkungan yang ternyata begitu nyaman. Tuhan memang bekerja dengan cara yang sering kali tidak dapat kita pahami.

Baca Juga:  Pemimpin Sulawesi Tenggara Harus Tegas Demi Pemerataan Pembangunan

Sering kali, kita terlalu sibuk mengejar sesuatu yang kita anggap sebagai yang terbaik, hingga melupakan bahwa Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik. Mungkin bukan hari ini, tetapi suatu saat nanti, kita akan menyadari bahwa segala sesuatu terjadi dengan alasan.

Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa rencana kita tidak selalu sejalan dengan rencana Tuhan. Namun, jika kita mau membuka hati dan menerima segala sesuatu dengan ikhlas, kita akan melihat bahwa rencana Tuhan selalu yang terbaik.

Baca Juga:  Reshuffle Kabinet Merah Putih Wajar Dilakukan Setelah 100 Hari Kerja Uji Coba Dilakukan

Kupang mungkin tidak pernah menjadi kenyataan, tetapi Sumba ternyata membawa saya kepada hal-hal yang jauh lebih berharga hingga saat ini.**