Percakapan semakin memanas ketika SLD mulai mengancam akan mencopot kepala sekolah tersebut dari jabatannya jika pencairan dana BOS termin kedua tidak mencapai Rp40 juta.
“Saya minta wou, jangan wou punya mulut suka putar balik begitu, saya paling tidak suka orang yang putar balek begitu. saya ini pimpinanmu. Wou bilang nanti kasih 25 ini rikson juga dengan juga dan dia ada dengan saya sekarang”, ujar SLD dengan nada marah.
Tak sampai di situ saja, pria yang diduga SLD itu memberi peringatan keras di kepala sekolah dengan catatan menerim uangnya tetapi termin dua tidak boleh kurang.
“Tapi wou selalu putar balek dengan saya tidak apa-apa. Tapi jangan sampai dia memuncak satu kali, maka nol sudah, kosong betul betul sudah, saya pecat kau dengan tidak hormat. Saya ikuti sekarang tapi berikutnya tidak boleh kurang satu sen pun untuk termin dua. Saya kasih peringatan terakhir untuk wou. Saya terima ini tapi termin dua wou
Ketua Yayasan Tunas Timur tersebut juga menyinggung soal utang sapi yang harus dilunasi, seakan-akan dana BOS memiliki kaitan dengan urusan pribadinya. Ia menegaskan bahwa kepala sekolah harus memastikan jumlah yang diminta bisa terpenuhi dalam pencairan berikutnya.
Dalam rekaman tersebut, kepala sekolah itu berusaha menjelaskan bahwa ia sedang menghadapi acara kedukaan di kampungnya. Namun, respons SLD tetap keras dan tidak menunjukkan empati terhadap situasi kepala sekolah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, SLD selaku Ketua Yayasan TUTIM belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan permintaan dana BOS ini.***