Rikard Persly juga meminta Dinas PPO Provinsi NTT agar segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan guru-guru terkait ketiadaan gedung sekolah ini.
Kepsek SMKN 3 Elar Klarifikasi
Usai berita ini viral, Kepala Sekolah SMKN 3 Elar akhirnya memberikan klarifikasi pada Rabu, 19 Maret 2025. Ia membenarkan bahwa dirinya jarang hadir di sekolah, namun alasan utamanya adalah kondisi kesehatannya yang sering terganggu.
“Saya mengakui bahwa saya jarang masuk sekolah karena sering sakit,” ungkapnya.
Ia juga membantah tuduhan terkait penyalahgunaan dana BOS. Menurutnya, seluruh dana telah digunakan sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang disahkan oleh Dinas Pendidikan.
“Saya tidak terima kalau dikatakan dana BOS ludes. Semua sudah digunakan sesuai aturan, dan buktinya ada di kantor,” tegasnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa dirinya sudah mengajukan pengunduran diri sejak Juli 2024 karena alasan kesehatan.
SMKN 3 Elar: Sekolah Baru dengan Berbagai Tantangan
SMKN 3 Elar berdiri sejak Maret 2022 dan mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2022/2023. Saat ini, sekolah ini memiliki 63 siswa dalam enam rombongan belajar (rombel), dengan tenaga kependidikan berjumlah 13 orang. Karena belum memiliki gedung sendiri, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan di sore hari menggunakan fasilitas SD Mombok.
Dengan berbagai permasalahan yang ada, masyarakat dan para guru berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membenahi kondisi sekolah, termasuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah agar pendidikan di SMKN 3 Elar dapat berjalan lebih baik.***